Lewati ke konten
Mimika

Misteri Pastor Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Dalami Penyebab Kematian

13 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Suasana di area Kolam Renang Kuala Kencana, kawasan PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, mendadak berubah setelah seorang pastor berinisial A.D.B. (36) ditemukan tak bernyawa di dasar kolam sedalam sekitar tiga meter, Sabtu (17/10/2026). Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang kini tengah didalami kepolisian.

Korban diketahui merupakan seorang pastor yang telah menjalankan pelayanan umat selama kurang lebih satu tahun di wilayah Kokonao, Kabupaten Mimika. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya belum diketahui.

Personel Polsek Kuala Kencana bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas keamanan PT Freeport Indonesia sekitar pukul 11.43 WIT. Informasi awal menyebutkan seorang pria ditemukan tenggelam di kolam renang tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula sekitar pukul 11.30 WIT. Seorang anak yang berada di sekitar kolam melihat benda berwarna hitam di dasar kolam. Awalnya, benda tersebut belum diketahui sebagai tubuh manusia.

Setelah diperiksa lebih dekat, benda itu ternyata merupakan tubuh seorang pria yang berada dalam posisi tengkurap di dasar kolam.

Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Seorang pengunjung lainnya segera masuk ke dalam kolam untuk mengevakuasi korban dan meminta bantuan.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel kepolisian yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Willy B.

Saat polisi tiba di lokasi, korban telah mendapatkan penanganan dari petugas Klinik Kuala Kencana bersama Emergency Response Group (ERG). Tim medis melakukan upaya pertolongan, termasuk resusitasi jantung paru atau CPR.

Namun, berbagai upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban. Pada pukul 12.41 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sekitar pukul 13.00 WIT, Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika bersama personel terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan dan memeriksa kondisi di lokasi.

Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Klinik Kuala Kencana menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani pemeriksaan medis.

Salah satu informasi yang menjadi bagian dari penelusuran adalah data akses masuk atau *audit trail*. Berdasarkan data tersebut, korban tercatat memasuki area Kolam Renang Kuala Kencana sekitar pukul 08.55 WIT.

Temuan ini menunjukkan bahwa korban telah berada di area kolam beberapa waktu sebelum tubuhnya ditemukan pada pukul 11.30 WIT. Namun, rentang waktu tersebut belum menjelaskan secara pasti apa yang terjadi sebelum korban ditemukan di dasar kolam.

Sementara itu, berdasarkan keterangan seorang rekan korban berinisial A.M., korban diketahui memiliki riwayat keluhan pada bagian pinggang atau saraf terjepit dan telah beberapa kali menjalani terapi.

Meski demikian, riwayat kesehatan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar oleh tim medis RSMM, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kendati demikian, hasil pemeriksaan luar tersebut belum dengan sendirinya memastikan penyebab kematian. Kepolisian masih mendalami peristiwa ini untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian yang menimpa korban.

Penanganan di lokasi melibatkan Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana Ipda Willy B., Pamapta Polres Mimika Ipda Aprianto, Kanit Intel Polsek Kuala Kencana Aipda Irfan, personel Reskrim, Inafis Satreskrim Polres Mimika, serta personel Intel.

Hingga berita ini ditulis, jenazah korban masih berada di RSMM Timika sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga terkait pemulangan jenazah ke Palembang.

Peristiwa ini menyisakan pertanyaan yang belum terjawab, apa yang sebenarnya terjadi sebelum sang pastor ditemukan di dasar kolam? Jawabannya masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *