Lewati ke konten
Mimika

15 Dokter Spesialis Turun Langsung Layani Warga Sembilan Kampung di Mimika Timur

12 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak 15 dokter spesialis dari berbagai daerah hadir memberikan pelayanan medis dalam kegiatan Pekan Bhakti Noken Medis di halaman Puskesmas Mapuru Jaya, Distrik Mimika Timur (Miktim), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut melibatkan masyarakat dari sembilan kampung, yakni Kaugapu, Poumako, Wania, Mapuru Jaya, Hiripau, Mware, Ayuka, Cendrawasih, dan Tipuka.

Kehadiran para dokter spesialis menjadi bagian dari komitmen tenaga medis untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan medis.

Pekan Bhakti Noken Medis tidak sekadar menjadi agenda peringatan hari jadi organisasi profesi dokter. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa pengabdian tenaga kesehatan harus diwujudkan melalui pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Wonatorey, dalam sambutannya mengajak seluruh dokter untuk terus memperkuat persaudaraan sejawat, menjaga kehormatan profesi, serta meningkatkan mutu pelayanan dengan mengutamakan kebutuhan pasien.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang selama ini mendukung IDI sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja sama yang kuat antara organisasi profesi dan pemerintah menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Sementara itu, Asisten III, Herry Onawame, menegaskan bahwa Pekan Bhakti Noken Medis memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam. Noken, sebagai simbol kehidupan dan kebersamaan masyarakat Papua, dinilainya sejalan dengan semangat para dokter dalam membawa kepedulian dan harapan bagi warga.

“Noken medis menjadi simbol kepedulian para dokter yang membawa harapan, kesehatan, dan kasih kepada masyarakat. Noken boleh sederhana, tetapi nilai yang dibawanya sangat besar,” ujarnya.

Herry menjelaskan, kondisi geografis Mimika yang meliputi wilayah perkotaan, pesisir, pedalaman, hingga pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan.

Karena itu, ia menilai dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan warga.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada peringatan HUT IDI, tetapi terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak kampung di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, tenaga kesehatan harus memiliki semangat untuk mendatangi masyarakat yang membutuhkan, bukan hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Herry juga mengingatkan para dokter agar selalu mengedepankan profesionalisme, etika, dan sikap humanis tanpa membedakan latar belakang pasien.

“Jadilah dokter yang bukan hanya hebat dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga besar dalam kepedulian dan kemanusiaan. Bagi masyarakat, senyuman seorang dokter, sapaan yang ramah, dan pelayanan yang tulus terkadang menjadi awal dari sebuah kesembuhan,” pesannya.

Ketua IDI Mimika, dr. Enny Kenangalem, berharap pelayanan melalui Pekan Bhakti Noken Medis dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang hadir.

Ia mengajak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan serta berkonsultasi langsung dengan tenaga medis. Masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.

Dalam kesempatan itu, dr. Enny turut menyampaikan doa dan harapan bagi Distrik Mimika Timur yang tahun ini genap berusia 50 tahun. Ia berharap semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui keterlibatan 15 dokter spesialis dan partisipasi masyarakat dari sembilan kampung, Pekan Bhakti Noken Medis diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *