Lewati ke konten
Mimika

HUT ke-76 IDI, PKK Mimika Ajak Semua Pihak Bersatu Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

10 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Penanganan persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga medis. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika, Sara Lisa Rombe Payung, dalam kegiatan bakti sosial Pekan Bakti Noken Medis di Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara organisasi profesi dokter, pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan.

Dalam sambutannya, Sara menyampaikan apresiasi kepada IDI Wilayah Papua dan IDI Cabang Timika atas penyelenggaraan kegiatan bakti sosial yang menghadirkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Atas nama TP-PKK Kabupaten Mimika, ia juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar IDI. Ia berharap organisasi profesi dokter tersebut semakin profesional, kuat dalam pengabdian, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Papua Tengah dan Kabupaten Mimika.

“Organisasi profesi dokter tidak hanya berperan dalam pelayanan medis, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat,” kata Sara.

Ia menekankan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja. Dukungan keluarga, organisasi masyarakat, dunia usaha, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar program kesehatan dapat berjalan lebih efektif.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius TP-PKK Mimika adalah stunting. Menurut Sara, pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi, kesehatan keluarga, serta kualitas generasi masa depan.

Sebagai bentuk kepedulian, kegiatan tersebut turut diisi dengan pemberian telur kepada masyarakat yang hadir, terutama kepada 48 anak yang telah terdata dalam program Gerakan Orang Tua Asuh. Program ini dirancang menggunakan pola satu anak satu orang tua asuh dengan pendampingan melalui Pokja IV TP-PKK Kabupaten Mimika.

Sara menegaskan, gerakan tersebut tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan makanan semata. Lebih dari itu, program ini diharapkan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak memperoleh perhatian terhadap kebutuhan gizi dan kesehatannya.

Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama agar keluarga semakin berdaya dalam menjaga kesehatan anak dan lingkungan.

Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Mimika. Karena itu, sinergi antara IDI, TP-PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu terus dipelihara.

Menutup sambutannya, Sara menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan bakti sosial tersebut. Ia berharap IDI terus mengabdi dan melayani masyarakat, sementara TP-PKK semakin memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan keluarga.

Melalui semangat kolaborasi itu, upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Mimika diharapkan semakin melibatkan keluarga dan komunitas, sehingga pencegahan stunting serta peningkatan kualitas hidup anak dapat menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *