SOROT PAPUA – Kabut asap yang masih menyelimuti Kabupaten Mimika dan mengganggu kualitas udara mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memperkuat langkah perlindungan bagi masyarakat. Sebanyak 30.000 masker disiapkan untuk membantu warga mengurangi paparan polusi asap.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Mimika, Marselino Mameyao, mengatakan pembagian masker menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat selama kondisi udara belum membaik.
“Karena Mimika masih ada polusi asap, jadi kami akan bagikan masker kepada masyarakat,” kata Marselino seusai rapat penanggulangan polusi asap di ruang Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P), Kilometer 7 SP1 Mimika, Sabtu (10/10/2026).
Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar juga diimbau menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta menghentikan sementara kebiasaan membakar sampah.
“Jadi harus gunakan masker, banyak minum air putih, dan jangan membakar sampah dulu,” pesannya.
Marselino menjelaskan, pada tahap pertama Dinkes Mimika telah mendistribusikan 5.000 masker. Untuk tahap kedua, jangkauan pembagian akan diperluas dengan melibatkan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Dinkes berencana menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan HAPAK agar distribusi masker dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama masyarakat yang beraktivitas di jalan.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, mengatakan pembagian masker tahap kedua dijadwalkan berlangsung Minggu (11/10/2026), mulai pukul 14.00 WIT. Koordinasi logistik dilakukan melalui Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Mimika.
Pembagian masker akan dipusatkan di sejumlah persimpangan dan ruas jalan strategis di Timika agar mudah dijangkau masyarakat.
Lokasi distribusi meliputi persimpangan Jalan Hasanuddin-Jalan Yos Sudarso, Jalan Cenderawasih-Jalan Budi Utomo, Jalan Yos Sudarso-Jalan Pendidikan, ruas Jalan SP1-SP4, serta Jalan Cenderawasih di depan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Linus mengatakan, Dinkes akan mengevaluasi kebutuhan distribusi lanjutan dengan melihat perkembangan kondisi kabut asap di Mimika.
“Kalau kita lihat asap ini masih berkepanjangan, jika situasi berlanjut, kami akan kembali berkoordinasi lagi untuk lanjut,” ujarnya.
Dinkes Mimika berharap pembagian masker dapat membantu mengurangi risiko paparan asap. Namun, perlindungan tidak hanya bergantung pada penggunaan masker. Masyarakat juga diminta berperan menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah dan membatasi paparan asap selama kondisi belum membaik.




