Lewati ke konten
Mimika

Mimika Genjot Pemerataan Pembangunan, 10 Kampung Ditargetkan Mendapat Tambahan Akses Listrik

13 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Pemerataan pembangunan hingga wilayah kampung menjadi salah satu pekerjaan penting Pemerintah Kabupaten Mimika di usia ke-30. Selain memperluas akses listrik dan komunikasi, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi lokal melalui koperasi, sektor perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).

Menurut Rettob, kondisi geografis Mimika yang terdiri atas kawasan pegunungan, dataran rendah, sungai, dan pesisir membuat pembangunan infrastruktur membutuhkan biaya serta perencanaan yang besar.

Berdasarkan paparan Bupati, dari 133 kampung dan 19 kelurahan di Kabupaten Mimika, akses listrik telah menjangkau 46 kampung. Pemerintah menargetkan penambahan akses listrik di 10 kampung pada tahun ini sebagai bagian dari upaya memperluas pelayanan dasar.

Perluasan akses listrik diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan jaringan komunikasi, terutama di kampung-kampung dan fasilitas pelayanan publik. Ketersediaan listrik dan komunikasi dinilai penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, pendidikan, serta pelayanan pemerintahan.

Di sektor ekonomi, pemerintah turut mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih. Rettob menyebut sebanyak 152 koperasi telah diluncurkan pada Juli 2025 sebagai upaya membuka peluang ekonomi di tingkat kampung dan kelurahan.

Pemerintah juga telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan delapan kampung nelayan yang diharapkan dapat mendukung produktivitas masyarakat pesisir dan memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal.

Selain itu, pengembangan UMKM, subsidi penerbangan perintis, serta kerja sama dengan pemerintah pusat dan sektor swasta menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Rettob menegaskan bahwa pembangunan Mimika membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, dan pemerintah pusat.

Pada momentum HUT ke-30, pemerataan infrastruktur dan penguatan ekonomi kampung menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *