Lewati ke konten
Ekonomi/Pembangunan

Turun Langsung Temui Pengungsi Jila, Kadistrik Mimika Baru Tekankan Pendataan dan Koordinasi

19 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Memastikan kebutuhan warga terdampak konflik tidak terabaikan menjadi perhatian Distrik Mimika Baru. Melalui kunjungan langsung ke lokasi pengungsian warga asal Jila di RT 21, Kelurahan Kwamki Baru, pemerintah distrik mulai menghimpun informasi lapangan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, S.STP, mengatakan penanganan warga yang berpindah tempat akibat konflik perlu dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi, disertai pemantauan dan koordinasi antarpihak.

Menurut Merlyn, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan laporan administratif untuk memahami keadaan masyarakat. Kehadiran langsung di lokasi diperlukan agar kondisi keluarga, kebutuhan dasar, dan persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui dengan lebih jelas.

“Yang paling penting bagi kami adalah hadir dulu, duduk bersama dan mendengar. Mereka berada di sini karena situasi yang mereka hadapi, sehingga pendekatan kita harus tetap humanis,” kata Merlyn.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Distrik Mimika Baru menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok, membagikan masker, serta menggelar doa bersama para pendeta dan pendoa. Pertemuan juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan warga mengenai kondisi mereka selama tinggal sementara di Kelurahan Kwamki Baru.

Merlyn menjelaskan, pendekatan secara langsung menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, informasi yang diperoleh mengenai jumlah warga, kondisi keluarga, kelompok rentan, dan kebutuhan mendesak dapat menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut.

“Kita ingin membangun kepercayaan. Setelah itu barulah kita bisa memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai berapa jumlah warga, kondisi keluarga, kelompok rentan dan kebutuhan yang benar-benar harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendataan harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap menghormati privasi dan martabat warga. Pemerintah perlu memahami situasi yang dihadapi masyarakat tanpa membuat mereka merasa tertekan ketika menyampaikan kondisi maupun kebutuhan keluarga.

Lebih lanjut, Merlyn menegaskan pentingnya koordinasi dengan perangkat RT, kelurahan, perangkat daerah, dan instansi terkait. Kerja sama tersebut diperlukan agar informasi dari lapangan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan penanganan warga tidak berhenti pada pemberian bantuan awal.

Menurutnya, pemantauan secara berkelanjutan juga diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi warga selama berada di tempat pengungsian. Dengan informasi yang lebih akurat, kebutuhan yang memerlukan perhatian segera dapat diidentifikasi dan dikoordinasikan sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Distrik Mimika Baru untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, langkah tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara warga dan pemerintah sehingga penanganan dapat berjalan lebih terarah.

Merlyn menegaskan, kepedulian terhadap warga terdampak konflik harus diwujudkan melalui kehadiran nyata, kesediaan mendengar, dan koordinasi yang berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat dapat dipahami serta ditindaklanjuti dengan baik.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *