SOROT PAPUA – Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus berupaya memperkuat potensi wisata berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengembangkan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) melalui dukungan hibah pemerintah daerah sebesar Rp50 juta.
Hibah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat Kabupaten Mimika itu diharapkan menjadi tambahan dukungan bagi pengembangan destinasi wisata yang telah berjalan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kampung Nawaripi menjadi satu dari enam kampung penerima hibah pengembangan BUMDES tahun ini.
Direktur BUMDES Nawaripi, Rafael Taorekeyau, mengatakan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan program usaha yang berorientasi pada potensi lokal.
Menurut Rafael, Nawaripi memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, mulai dari wisata rohani, kolam dayung, kolam ikan, hingga usaha air minum.
Ke depan, pihaknya juga merencanakan pembangunan museum seni masyarakat sebagai upaya memperkaya pilihan destinasi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada pengunjung.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kampung, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif.
Namun, upaya membangun kampung wisata tidak hanya berkaitan dengan pengembangan fasilitas. Keberadaan masyarakat adat dan keberlanjutan tempat tinggal mereka juga menjadi perhatian pemerintah kampung.
Rafael menyampaikan harapan agar rencana pembangunan 10 unit rumah layak huni tetap dilaksanakan di wilayah adat Kampung Nawaripi.
Menurutnya, pembangunan rumah di wilayah tersebut penting untuk mendukung keberadaan masyarakat asli agar tetap tinggal di kampung, menjaga tanah ulayat, dan terlibat dalam pengelolaan aset wisata yang telah dikembangkan bersama.
“Kami berharap 10 unit rumah yang direncanakan tetap dibangun di wilayah adat masyarakat Kampung Nawaripi, tidak dipindahkan ke tempat lain, agar masyarakat asli dapat tetap tinggal dan menjaga aset wisata yang telah dikembangkan bersama-sama,” ungkap Rafael.
Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Dimatubun, menegaskan bahwa pengembangan BUMDES memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan ekonomi dan pelayanan sosial kampung.
Ia menjelaskan, BUMDES Nawaripi selama ini tidak hanya mengelola usaha wisata, tetapi juga mendukung pengelolaan Taman Kanak-Kanak Denpaut, perpustakaan, dan balai kampung.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai penting, terutama di tengah berkurangnya alokasi dana desa dan adanya pengalokasian sebagian anggaran untuk Koperasi Merah Putih.
Norman juga mengungkapkan bahwa keterlambatan penyaluran dana desa pada awal tahun sempat berdampak terhadap operasional kampung. Dalam kondisi tersebut, simpanan dana BUMDES yang mencapai puluhan juta rupiah sempat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat Kabupaten Mimika akan memantau pemanfaatan hibah Rp50 juta tersebut. Adapun usulan pembangunan rumah layak huni akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
Dengan pengembangan usaha yang berkelanjutan, Kampung Nawaripi berharap dapat membangun kawasan wisata yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga menjaga identitas budaya, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mempertahankan keberadaan masyarakat adat di wilayahnya.



