Lewati ke konten
Papua

BGN Resmikan 13 SPPG di Papua, Empat Dapur MBG Ditutup Permanen

22 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dengan meresmikan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (2/10/2026).

Dari total tersebut, sebanyak 10 SPPG berada di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), sedangkan tiga lainnya beroperasi di wilayah non-3T. Peresmian dilakukan serentak untuk memperluas jangkauan pemenuhan gizi, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan.

Salah satu SPPG yang diresmikan adalah SPPG Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, yang dikelola Yayasan Harapan Papua Ampili Inamendek.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II, Nurjaeni, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang turut mendukung pembangunan dan operasional SPPG di Papua.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pembangunan SPPG di wilayah ini,” ujar Nurjaeni.

Namun, perluasan layanan tersebut juga dibarengi dengan pengetatan pengawasan. Nurjaeni mengakui masih terdapat sejumlah SPPG yang mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum.

BGN memastikan pengoperasian SPPG dilakukan secara bertahap setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Bahkan, SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan berdasarkan hasil audit dapat dihentikan secara permanen.

“Bagi SPPG yang tidak layak berdasarkan hasil audit akan ditutup secara permanen. Khusus di Papua ada empat SPPG yang ditutup secara permanen karena setelah diaudit kondisinya memang tidak layak untuk dibuka,” tegasnya.

Nurjaeni menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 36 SPPG di wilayah Papua Raya yang siap mendukung pelaksanaan program MBG. Pengawasan terhadap standar kelayakan dapur, kualitas makanan dan keamanan pangan menjadi perhatian penting, terlebih setelah munculnya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo, menyambut kehadiran SPPG sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program MBG, khususnya di Kabupaten Jayapura.

Ia meminta pengelola SPPG membangun koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta BGN agar program nasional tersebut berjalan efektif dan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Pembangunan SPPG hendaknya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Kualitas makanan MBG yang disajikan harus menjadi perhatian seluruh SPPG maupun pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *