Lewati ke konten
Ekonomi/Pembangunan

TP-PKK Mimika Turun ke Kampung, Serahkan Pangan Lokal dan Suplemen untuk Cegah Stunting

21 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Mimika terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat hingga ke tingkat kampung. Tidak hanya melalui sosialisasi, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika memilih turun langsung menemui warga dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan keluarga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Kampung Ipaya, Distrik Amar, yang meliputi Kampung Ipiri, Paripi dan Yaraya, selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, TP-PKK Mimika menggelar kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal dan multivitamin/suplemen SFG bagi bayi, ibu hamil dan lanjut usia, yang dirangkaikan dengan kegiatan refreshing kader Posyandu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting sejak dari lingkungan keluarga.

Pokja PKK Turun Langsung Layani Warga

Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, mengatakan kunjungan tersebut dirancang agar program PKK tidak hanya berhenti pada rapat maupun sosialisasi, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat kampung.

“Kita harus kerja nyata. Kita harus menunjukkan bahwa kerja kita nyata dalam melayani masyarakat. Kita sendiri yang melaksanakan dan mempraktikkan langsung agar masyarakat melihat langsung,” tegas Suzy.

Pada hari pertama, rombongan TP-PKK Mimika memusatkan kegiatan di Kampung Ipiri. Sejumlah program dari Pokja I hingga Pokja IV dijalankan secara langsung dengan melibatkan masyarakat.

Melalui Pokja I, TP-PKK Mimika berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan pendataan keluarga yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi administrasi kependudukan warga sekaligus membantu memastikan setiap anggota keluarga memiliki dokumen yang dibutuhkan untuk mengakses berbagai pelayanan pemerintah.

Sementara itu, Pokja II melakukan pendataan anak-anak yang telah memasuki usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui keberadaan anak usia dini di kampung sekaligus mendorong agar mereka mendapatkan akses pendidikan sejak usia awal.

Satu Rumah, Satu Pohon untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Berbeda dengan Pokja I dan II, Pokja III membawa program yang menyentuh langsung lingkungan rumah warga.

TP-PKK Mimika membagikan sejumlah bibit tanaman, di antaranya kelor, jeruk dan alpukat, kepada masyarakat.

Program tersebut diarahkan melalui konsep satu rumah satu pohon, sehingga keluarga dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman pangan sekaligus penghijauan.

“Program Pokja III, setiap rumah menanam satu pohon kelor dan rica. Kita memberikan pemahaman bahwa kelor memiliki banyak manfaat dan langsung mempraktikkan cara mengolahnya,” ujar Suzy.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menerima bibit. Pengetahuan mengenai manfaat dan cara mengolah tanaman pangan lokal juga perlu diberikan agar tanaman tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemanfaatan pangan lokal seperti kelor diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pokja IV Fokus Kesehatan dan Pencegahan Stunting

Sementara itu, Pokja IV membawa program yang secara langsung menyentuh aspek kesehatan keluarga.

Dalam kunjungan tersebut, TP-PKK Mimika memberikan suplemen kesehatan SFG, melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan pendataan terhadap anak-anak usia di bawah lima tahun.

Data balita tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan kesehatan anak sehingga intervensi kesehatan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Kegiatan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal dan suplemen juga diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan gizi, termasuk bayi, ibu hamil dan lansia.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan peran kader Posyandu melalui refreshing kader, sehingga kader di tingkat kampung memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

“Bukan Hanya Sosialisasi, tetapi Harus Dipraktikkan”

Suzy menegaskan, kehadiran TP-PKK di kampung merupakan bentuk komitmen untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat.

Menurutnya, kunjungan lapangan memungkinkan TP-PKK menemukan kebutuhan masyarakat yang terkadang tidak terlihat ketika program hanya disampaikan melalui pertemuan formal.

“Kita benar-benar terjun langsung ke lapangan. Selama ini mungkin hanya sosialisasi, sekarang kita melaksanakan dan mempraktikkan langsung,” katanya.

Selain pelayanan kesehatan, pendidikan dan ketahanan pangan keluarga, TP-PKK Mimika juga memberikan pemahaman mengenai kelembagaan PKK di tingkat kampung, termasuk pentingnya pembentukan kepengurusan dan kelompok Dasawisma.

Kelompok Dasawisma diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menggerakkan keluarga dan membantu menyampaikan berbagai program pemberdayaan hingga ke tingkat rumah tangga.

Dari Kampung, Keluarga Menjadi Titik Awal

Melalui rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut, TP-PKK Kabupaten Mimika berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Kampung Ipaya dan kampung-kampung sekitarnya.

Program yang dibawa pun tidak hanya menyentuh satu sektor. Mulai dari dokumen kependudukan, pendidikan anak usia dini, tanaman pangan, kesehatan, PHBS, pemenuhan gizi, hingga penguatan kader Posyandu dilakukan secara terpadu.

Bagi TP-PKK Mimika, keluarga menjadi titik awal dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. Karena itu, intervensi terhadap kesehatan ibu, anak dan keluarga perlu dilakukan secara langsung dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Perina Kemong bersama jajaran pengurus dan anggota TP-PKK Kabupaten Mimika.

Dengan turun langsung ke kampung, TP-PKK Mimika berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi ikut menjadi pelaku utama dalam menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, memanfaatkan pangan lokal dan membangun lingkungan yang lebih sehat.

Dari satu rumah, satu keluarga, hingga satu kampung upaya mencegah stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dimulai dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *