SOROT PAPUA – Delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Provinsi Papua Tengah resmi dilantik. Namun, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan.
Ada pesan keras yang disampaikan jajaran DPN HKTI, pengurus harus turun langsung ke tengah petani dan memastikan organisasi benar-benar memberi manfaat.
Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Litbang dan Kajian Strategis DPN HKTI, Manimbang Kahariady, saat melantik pengurus DPC HKTI se-Papua Tengah periode 2025–2031 di Hotel Cartenz, Timika, Kabupaten Mimika, Sabtu (3/10/2026).
Manimbang meminta pengurus HKTI di delapan kabupaten tidak terjebak dalam kesibukan administrasi, rapat dan konsolidasi organisasi yang panjang, tetapi justru kehilangan fokus terhadap persoalan petani di lapangan.
“Ingat, kita ini mengurus kepentingan petani. Jangan sampai terbalik, jangan sampai kita yang justru diurus oleh petani. Kalau konsolidasi hanya rapat-rapat terus tapi lupa pada petani, itu tidak baik,” tegasnya.
Menurut Manimbang, HKTI harus mampu menjadikan persoalan petani sebagai pusat kerja organisasi. Sebab, keberhasilan HKTI bukan diukur dari seberapa banyak rapat yang digelar atau seberapa lengkap struktur kepengurusannya, melainkan dari seberapa besar perubahan yang dirasakan petani.
Ia menyebut peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), bertambahnya pendapatan serta menurunnya biaya produksi menjadi sejumlah indikator yang dapat menunjukkan apakah kerja organisasi benar-benar memberikan dampak.
“Kalau petani semakin sejahtera dan bisa tersenyum, itu indikator bahwa kita berhasil,” ujarnya.
Karena itu, delapan DPC HKTI yang baru dilantik diminta segera membangun koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok tani maupun berbagai pihak yang berkaitan dengan sektor pertanian.
Manimbang berharap HKTI di Papua Tengah mampu menjadi organisasi yang dekat dengan petani, bukan hanya hadir ketika ada kegiatan resmi.
“Bendera HKTI harus dikibarkan terus dan dekat di hati para petani. Seluruh pikiran dan tenaga kita harus didedikasikan untuk memajukan petani Indonesia, khususnya di Papua Tengah,” katanya.
Delapan Kabupaten Punya Nahkoda Baru
Delapan DPC HKTI yang dilantik masing-masing dipimpin Aleks Pigai sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Deiyai, Septinus Tipagau di Kabupaten Intan Jaya, Jemy Kudiai di Kabupaten Paniai, dan Bekias Kogoya di Kabupaten Puncak Jaya.
Selanjutnya, Korneles Kotouki memimpin DPC HKTI Kabupaten Dogiyai, Kristovel Mara memimpin Kabupaten Nabire, Hanes Labene memimpin Kabupaten Puncak, serta Dessy Putrika Ross Rante memimpin DPC HKTI Kabupaten Mimika.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wasekjen Bidang Kelautan dan Perikanan HKTI Prasetya Adhi Patria, Sekretaris Bidang Hilirisasi Haja Eptati Komarudin, Ketua Koperasi Produsen DPN HKTI Diana Widiastuty, serta Ketua DPD HKTI Papua Tengah Anser Mansini.
Tidak berhenti pada pelantikan, DPN HKTI juga menunjukkan dukungan terhadap kelompok tani di Papua Tengah melalui penyerahan simbolis hand tractor kepada kelompok tani di delapan kabupaten.
Bantuan alat pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas dan mempermudah aktivitas petani di daerah.
Kini, setelah struktur organisasi terbentuk di delapan kabupaten, tantangan HKTI Papua Tengah bukan lagi sekadar bagaimana menghidupkan organisasi.
Tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa HKTI hadir di kebun, di lahan pertanian, dan di tengah persoalan petani bukan hanya di ruang rapat.




