Lewati ke konten
Nasional

Gempa M5,9 Mengguncang Sumba, 62 Susulan Terekam BMKG

34 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah pantai barat daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pagi. Guncangan kuat membuat warga di sejumlah wilayah panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima Sorot Papua, gempa yang sebelumnya terdeteksi berkekuatan Magnitudo 6,1 tersebut telah dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,9 dengan kedalaman 30 kilometer.

Gempa terjadi pada pukul 05.55.52 WIB. Episenter berada pada koordinat 9,84° Lintang Selatan dan 118,90° Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Meski guncangannya cukup kuat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan Capai VI MMI

Kekuatan gempa terasa paling kuat di wilayah yang berada dekat dengan episenter. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, intensitas gempa mencapai VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo dan Kodi, Sumba Barat Daya.

Pada skala VI MMI, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk. Kebanyakan warga terkejut dan berlari keluar rumah.

Guncangan juga dirasakan dengan intensitas IV MMI di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul dan Raba.

Sementara di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, gempa dirasakan pada skala III MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya seperti truk yang sedang melintas.

Rumah dan Sekolah Dilaporkan Rusak

Dampak gempa mulai dilaporkan dari wilayah yang merasakan guncangan terkuat.

Dalam laporan yang diterima BMKG, terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan warga dan sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Namun, hingga laporan resmi tersebut diterbitkan, belum terdapat rincian mengenai jumlah bangunan yang mengalami kerusakan maupun tingkat kerusakannya.

Pendataan di lapangan masih diperlukan untuk memastikan dampak gempa secara menyeluruh.

Gempa Susulan Capai 62 Kali

Selain dampak kerusakan, BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan yang cukup intens.

Hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo berkisar antara M1,5 hingga M4,3.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tetap waspada, terutama mereka yang berada di dalam maupun di sekitar bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang diperkirakan terjadi akibat aktivitas sesar aktif dan diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

BMKG: Tetap Tenang dan Hindari Bangunan Rusak

BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Warga yang rumah atau bangunannya mengalami keretakan diminta untuk tidak memaksakan diri masuk atau berada di dalam bangunan tersebut sebelum dinyatakan aman.

“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya” demikian imbauan BMKG dalam laporan resminya.

Masyarakat juga diminta memastikan informasi terkait perkembangan gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan akan terus dilakukan dan perkembangan informasi akan disampaikan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

Dengan guncangan mencapai VI MMI, laporan kerusakan rumah dan sekolah, serta 62 gempa susulan dalam waktu kurang dari tiga jam, masyarakat Sumba Barat Daya diimbau meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.

Laporan ini diterbitkan BMKG di Jakarta, 4 Oktober 2026, dan ditandatangani Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *