Lewati ke konten
Ekonomi/Pembangunan

Festival Seni Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

21 pembaca
Bagikan

SOROT PAPUA – Di tengah derasnya arus modernisasi, Pemerintah Kabupaten Mimika berupaya memastikan cerita, musik dan tradisi masyarakat Amungme-Kamoro tidak hilang ditelan zaman.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Seni Budaya 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika di halaman Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso, Timika, 5-8 Oktober 2026.

Mengusung tema “Merawat Cerita, Menghidupkan Musik, Melestarikan Budaya di Tanah Amungsa Bumi Kamoro”, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat warisan budaya masyarakat asli Mimika.

Beragam kekayaan budaya ditampilkan, mulai dari cerita rakyat, musik tradisional, tarian, pakaian adat, kerajinan tangan hingga kuliner khas daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mimika, Elisabeth Cenawatin, mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebudayaan daerah tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

“Yang paling utama, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melindungi, menjaga, mempromosikan dan melestarikan adat dan budaya. Ini khususnya budaya dua suku, Amungme dan Kamoro,” kata Elisabeth usai pembukaan festival, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama festival.

Sekitar 29 sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK dilibatkan dalam sejumlah perlombaan, di antaranya musik tradisional, cerita rakyat dan fashion show menggunakan pakaian adat.

“Kami ingin anak-anak muda tidak lupa akan adat dan budaya mereka. Kami ingin ini menjadi program tahunan,” ujarnya.

Tiga Bulan Disiapkan

Pelibatan pelajar dalam festival ini tidak dilakukan secara instan. Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mimika sebelumnya memberikan pelatihan musik tradisional selama kurang lebih tiga bulan.

Pemerintah bahkan menghadirkan pelatih dari Jayapura untuk membimbing para siswa mengenal dan memainkan alat musik tradisional.

“Sekolah-sekolah sudah kami ikutkan sekitar tiga bulan lalu. Saat festival ini mereka tampil dan kami lombakan dari tingkat SMP, SMA dan SMK,” jelas Elisabeth.

Selain memperkenalkan musik tradisional, pemerintah juga mulai melakukan pendokumentasian cerita rakyat masyarakat Amungme dan Kamoro.

Proses dokumentasi tersebut melibatkan tim ahli dari Kementerian Kebudayaan, tim ahli cagar budaya Papua Tengah, kepala suku, tokoh adat, pemuda hingga masyarakat.

Langkah itu dinilai penting agar cerita dan pengetahuan tradisional yang selama ini diwariskan secara lisan memiliki dokumentasi yang dapat dipelajari generasi mendatang.

Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

Ketua Panitia Festival Seni Budaya 2026, Daniel Orun, menambahkan bahwa kekayaan budaya Mimika memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif.

Menurutnya, budaya Amungme dan Kamoro tidak hanya berupa tarian atau musik, tetapi mencakup cerita rakyat, kerajinan, kuliner serta berbagai kearifan lokal.

Sekitar 30 peserta dari sanggar dan pelaku ekonomi kreatif turut ambil bagian dalam pameran dengan menampilkan produk berupa ukiran, anyaman, kuliner dan karya berbasis budaya lokal.

“Festival budaya, pameran kerajinan dan kuliner ini dirancang sebagai wujud komitmen dalam melestarikan kekayaan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” kata Daniel.

Ia menilai tema festival menggambarkan tantangan yang dihadapi kebudayaan lokal di tengah perubahan zaman.

Merawat cerita berarti menjaga sejarah lisan masyarakat Amungme dan Kamoro. Menghidupkan musik berarti mengembalikan keberadaan alat musik serta lagu tradisional. Sedangkan pelestarian budaya juga diwujudkan melalui penggunaan pakaian adat.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, mengajak generasi muda menjadikan festival tersebut sebagai momentum menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya daerah.

Ia mengatakan Mimika tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kekayaan cerita dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat.

“Setiap lembah, setiap sungai, setiap gunung menyimpan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.

Menurut Fransiskus, cerita tersebut mengandung kebijaksanaan lokal, nilai persaudaraan dan identitas masyarakat yang harus terus diwariskan.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Festival Seni Budaya 2026 dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan keterlibatan yang semakin luas, mulai dari sekolah, sanggar seni, seniman, tokoh adat, pemuda hingga masyarakat.

Baca Juga

Andre

Reporter/kontributor Biarkan Fakta Yang Bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *