Beruntung, seluruh penumpang, termasuk seorang bayi, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian di sepanjang jalur perairan Poumako–Sumapro.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika menerima laporan kejadian tersebut dari Muhammad Faiz pada Rabu siang. Berdasarkan laporan, long boat itu bertolak dari Sumapro sekitar pukul 03.00 WIT. Namun, sekitar pukul 10.00 WIT, kapal mengalami kesulitan menentukan arah akibat jarak pandang yang terganggu oleh pekatnya kabut asap.
Khawatir dengan kondisi tersebut, salah seorang penumpang menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan melaporkan kejadian itu kepada Kantor SAR Timika.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, S.E., langsung mengerahkan tim SAR gabungan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) bermesin 600 PK untuk melakukan penyisiran di perairan Poumako–Sumapro.
Upaya pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.14 WIT, tim SAR gabungan berhasil menemukan long boat beserta seluruh penumpangnya dalam keadaan selamat. Saat ditemukan, mereka sedang melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Poumako.
Salah seorang penumpang, Marlina, mengatakan mereka beruntung bertemu dengan nelayan setempat yang sedang menjaring ikan ketika mengalami kesulitan menentukan arah. Nelayan tersebut kemudian membantu menunjukkan jalur menuju Pelabuhan Poumako.
Setelah seluruh penumpang ditemukan dalam kondisi selamat, operasi SAR terhadap long boat dengan tujuh orang di dalamnya diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dukungan selama proses pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap mengganggu jarak pandang. Pengguna long boat diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan visibilitas sebelum berangkat serta memastikan komunikasi tetap tersedia selama perjalanan.
Adapun tujuh orang yang berada di dalam long boat tersebut adalah
1. Merlina
2. Erik
3. Ratu (bayi)
4. Obet (motoris)
5. Nur Beti
6. Fatrin
7. Baktiar




